Meta baru-baru ini mengumumkan langkah baru di Australia yang berdampak pada akun media sosial anak-anak. Kebijakan tersebut direncanakan untuk menonaktifkan akun pengguna yang berusia di bawah 16 tahun di platform Instagram, Facebook, dan Threads, yang tentunya memicu banyak diskusi.
Tindakan ini mencakup sekitar 150 ribu akun Facebook dan 350 ribu akun Instagram yang terpaksa ditutup. Proses ini dimulai pada 4 Desember 2025, jauh lebih awal dari jadwal kebijakan resmi yang baru akan diterapkan pada 10 Desember 2025.
Meta menghadapi ancaman denda hingga AUD 49,5 juta, atau sekitar Rp 550 miliar, jika mereka gagal menghentikan akses anak-anak pada platform mereka. Langkah yang diambil ini tentunya merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna muda di dunia maya.
Kebijakan Baru Meta Menyangkut Akun Anak
Dengan adanya kebijakan ini, Meta berkomitmen untuk melindungi anak-anak dari potensi bahaya di internet. Juru bicara dari perusahaan menyatakan bahwa proses penyesuaian untuk mematuhi hukum yang berlaku adalah sesuatu yang kompleks dan memerlukan tahapan yang berkelanjutan.
Keputusan untuk menonaktifkan akun ini diambil setelah mempertimbangkan banyak faktor, termasuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga privasi dan keamanan data. Meta berharap melalui tindakan ini, mereka dapat mendorong pengguna untuk mengunduh aplikasi dengan verifikasi usia yang lebih ketat.
Penting untuk diingat bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada Meta, tetapi juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi platform lain untuk mengikuti langkah serupa. Kebijakan ini mencakup berbagai media sosial populer yang banyak digunakan oleh anak muda saat ini.
Proses Penonaktifan dan Perlindungan Data Pengguna
Sebelum akun dinonaktifkan, pengguna akan diberikan kesempatan untuk menyimpan semua konten yang mereka miliki. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa mereka tidak kehilangan kenangan yang tersimpan dalam bentuk postingan dan pesan digital.
Selain itu, untuk remaja yang merasa telah salah identifikasi sebagai pengguna di bawah usia 16 tahun, mereka dijanjikan kesempatan untuk mengajukan banding. Banding ini harus dilakukan dengan pengiriman video selfie atau dokumen identitas resmi sebagai bukti.
Proses verifikasi usia ini diharapkan dapat mencegah akses ilegal anak-anak dan remaja ke konten yang tidak sesuai. Meta percaya bahwa pendekatan berstandar dalam pengawasan pengguna adalah langkah maju yang signifikan dalam memastikan keselamatan online.
Tantangan Dan Respons Terhadap Kebijakan Ini
Namun, penerapan kebijakan ini tidak terlepas dari tantangan. Beberapa pengguna mungkin merasa bahwa langkah ini adalah bentuk pembatasan kebebasan dalam menggunakan media sosial. Terutama di kalangan remaja yang merasa terpisah dari dunia daring yang mereka cintai.
Responder kebijakan harus mempertimbangkan pendapat dari pengguna dan orang tua, secara bersamaan mengedepankan perlindungan untuk anak-anak. Keseimbangan antara kebebasan dan keselamatan menjadi tema besar dalam pembahasan ini.
Dari sisi industri, langkah ini bisa menjadi contoh bagi platform lain untuk lebih ketat dalam pengaturan usia pengguna. Dengan adanya peraturan yang jelas, perusahaan dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pengguna.
